Tempat Tidur yang Susah Diatur

“Ma, aku tidak mau merapikan tempat tidurku. Itu membuatku kesulitan dan sangat lama. Bisakah Mama merapikannya untukku?”

“Bisa, tetapi nanti akan meninggalkan waktu yang sudah Mama jadwalkan untuk mengerjakan hal lain untukmu. Pekerjaan manakah yang dapat kau kerjakan untuk Mama, sementara Mama merapikan tempat tidurmu?”

“Aku bisa menyajikan sarapan sendiri,” jawab Kay.

“Ya, itu sudah kau lakukan, bukan?” kata Mama.

“Iya… Oh, aku tidak tahu. Tidak ada hal lainnya yang bisa kukerjakan,” kata Kay.

“Jika Mama merapikan tempat tidurmu, bisakah kau merapikan tempat tidur Mama?” tanya Mama.

“Atau, bisakah kau mencuci piring untuk sarapan atau mencuci baju, sementara Mama merapikan tempat tidurmu?”

“Aku sedang berpikir,” kata Kay.

——————————-

“Sudah kuputuskan bahwa aku akan merapikan tempat tidurku saja. Dengan begitu aku bisa berlatih melakukannya, agar aku bisa merapikannya lebih baik lagi dan lebih cepat.”

“Kedengarannya ide yang bagus,” kata Mama. “Sekarang Mama bisa menyelesaikan memasak untuk sarapan. Dan kita akan menikmatinya bersama- sama, setelah kau segera merapikan tempat tidurmu.”

“Awas, tempat tidur berantakan. Aku datang!” kata Kay bersemangat.

Mendorong anak-anak untuk berlatih bertanggung jawab, alih-alih usaha agar orang tua dapat mengerjakan hal- hal untuk mereka (anak-anak).

Diterjemahkan dari Bed Making Blues | penulis: Agnes dan Salemde Bezenac

Masalah Kura- Kura

Mama bertanya kepadaku, mengapa lantai kamarku basah.

“Tidak tahu.” jawabku.

Mama kemudian melihat sebuah ember yang kusembunyikan ke dalam bak mandi. “Mengapa ada ember di sini?” ia bertanya.

“Tidak tahu.” jawabku.

Lalu mama mengambil seekor kura- kura yang kusembunyikan ke dalam bak mandi. “Dan apa yang sedang dilakukan kura- kura ini di sini?” ia bertanya.

“Tidak tahu.” jawabku.

“Ember dan kura- kura tidak boleh ditaruh ke dalam bak mandi.” kata Mama.

Aku menemukan si kura- kura di kebun, dan membawanya ke tempat yang banyak air, tetapi aku tidak sengaja menumpahkan airnya ke lantai.

Aku tidak ingin berbohong lagi. Dan tidak ingin Mama marah. Jadi, aku bilang kepada Mama bahwa tidak aka meletakkan kura- kura ke bak mandi lagi. Akan tetapi, Mama tidak marah dengan si kura- kura; ia hanya tidak senang karena aku tidak berkata jujur.

“Mama mau kok merawat kura- kura ini.” kata Mama.

Berpikir! Berpikir! Berpikir! Oh, aku mengerti!

Berkata jujur lebih baik daripada berbohong. Aku akan berusaha melakukannya mulai sekarang.


Diterjemahkan dari Turtle Trouble/ penulis: Amy Upshaw