Bunga- Bunga Teman Lebah Busy

Lebah Busy (baca: bizzi) sangat sibuk. Ia harus mengunjungi banyak bunga untuk mendapatkan nektar (sari bunga) dan serbuk sari agar dia dapat membuat madu.

Pertama, ia pergi ke tempat bunga poppy. Bunga poppy memiliki empat mahkota bunga. “Halo, Poppy,” kaya Lebah Busy. “Bolehkah aku mengambil sedikit nektar untuk diminum, dan serbuk sari untuk dibuat menjadi madu?”

“Tentu saja kau boleh mengambilnya,” bunga poppy menjawab.

“Terima kasih,” kata Lebah Busy. “Ada yang bisa kulakukan untuk membalas budi?”

“Iya,” kata poppy. “Aku ingin kau membawa beberapa serbuk sari ini kepada bunga poppy yang lain.”

“Apa itu?” tanya Lebah Busy.

“Serbuk sari adalah serbuk khusus bunga,” poppy menjelaskan. “Setiap bunga membutuhkan serbuk sari dari bunga lain yang masih sama jenisnya sehingga bisa membuat biji.”

“Aku mengerti,” kata Lebah Busy. “Aku akan menemukan poppy yang lain segera!”

Dan dengan membawanya, Lebah Busy terbang untuk mencari bunga poppy yang lain.

“Halo, Poppy,” kata Lebah Busy. “Aku membawakan beberapa serbuk sari untukmu.”

“Terima kasih banyak,” kata poppy. “Kau mau nektar lagi?”

“Iya mau,” kata Lebah Busy, dan dia minum nektarnya.

Poppy mengambil sedikit serbuk sari. “Sekarang aku bisa membuat bijiku, dan tahun depan biji- bijj ini akan tumbuh menjadi bunga- bunga poppy.”

Selanjutnya, Lebah Busy mengunjungi Daisy. Bunga- bunga daisy memiliki lebih dari sepuluh mahkota bunga, dan tengahnya berwarna kuning.

“Halo, Daisy,” kata Lebah Busy. “Bolehkah aku mengambil sedikit serbuk sari dan nektar?”

“Boleh saja,” kata daisy, “tetapi kau harus berjanji untuk membawakan beberapa serbuk sari ini kepada daisy lainnya.”

“Aku berjanji aku mau,” kata Lebah Busy, dan dengan membawanya, Lebah Busy terbang menuju daisy yang lain.

“Halo Daisy,” kata Lebah Busy. “Aku membawakan beberapa serbuk sari untukmu.”

“Terima kasih,” kata bunga daisy. “Sekarang aku bisa membuat banyak biji. Kau mau sedikit serbuk sariku untuk dijadikan madu?”

“Iya, mau,” kata Lebah Busy. “Terima kasih banyak.”

Selanjutnya, Lebah Busy mengunjungi bunga daffodil. Bunga- bunga daffodil memiliki enam mahkota bunga.

“Halo, Daffodil,” kata Lebah Busy. “Apakah kau memiliki banyak serbuk sari untukku agar kubawakan kepada daffodil lainnya?”

“Iya, aku punya,” kata daffodil, “dan masih ada sisanya untukmu untuk dijadikan madu.”

“Terima kasih,” kata Lebah Busy, dan dengan membawanya, Lebah Busy terbang ke tempat daffodil lainnya.

“Halo Daffodil,” kata Lebah Busy. “Aku membawakan beberapa serbuk sari untukmu.”

“Terima kasih,” kata bunga daffodil. “Kau boleh mengambil sedikit serbuk sariku juga.”

“Terima kasih,” kata Lebah Busy.

Selanjutnya, Lebah Busy mengunjungi bunga mallow. Bunga- bunga mallow memiliki lima mahkota bunga berwarna ungu.

“Halo, Mallow,” kata Lebah Busy.

“Halo, Lebah Busy,” kata mallow. “Kau mau sedikit serbuk sari dan nektar?”

“Ya, tentu,” kata Lebah Busy, “dan aku mau membawakan beberapa serbuk sarimu untuk bunga mallow lainnya.”

“Terima kasih,” kata bunga mallow.

“Sama- sama,” kata Lebah Busy, dan dengan membawanya, Lebah Busy terbang untuk mencari bunga mallow lainnya.

Selanjutnya, Lebah Busy mengunjungi bunga lonceng biru. Bunga- bunga lonceng biru memiliki enam mahkota bunga berwarna biru, yang berbentuk seperti lonceng.

“Halo, Lonceng Biru,” kata Lebah Busy. “Apakah kau mempunyai beberapa serbuk sari?”

“Ini dia,” kata lonceng biru. “Ambilah untuk lonceng biru yang lain dan ambilah sisanya untuk dijadikan madu.”

“Terima kasih,” kata Lebah Busy, dan dengan membawanya Lebah Busy terbang menuju bunga lonceng biru lainnya.

“Halo, lonceng biru,” kata Lebah Busy. “Aku membawa beberapa serbuk sari untukmu.”

“Terima kasih,” kata bunga lonceng biru. “Kau bisa mengambil sedikit punyaku juga.”

“Terima kasih banyak,” kata Lebah Busy.

Selanjutnya, Lebah Busy mengunjungi bunga speedwell. Bunga- bunga speedwell memiliki empat mahkota bunga berwarna biru.

“Halo, Speedwell,” kata Lebah Busy.

“Halo, Lebah Busy,” kata speedwell. “Maukah kau membantuku mengumpulkan serbuk sariku?”

“Ya, tentu,” kata Lebah Busy, “dan aku akan membawa beberapa untuk bunga speedwell lainnya darimu.”

Bunga speedwell memberi Lebah Busy beberapa serbuj sari. “Terima kasih,” kata Lebah Busy, dan serta membawanya, Lebah Busy terbang mencari bunga speedwell yang lain.

“Halo, Speedwell,” kata Lebah Busy. “Ini ada beberapa serbuk sari.”

“Terima kasih,” kata bunga speedwell. “Sekarang aku dapat membuat banyak biji agar nanti menjadi banyak bunga speedwell di tahun depan.”

Selanjutnya, Lebah Busy mengunjungi bunga buttercup. Bunga- bunga buttercup memiliki lima mahkota bunga berwarna kuning.

“Halo, Buttercup,” kata Lebah Busy.

“Halo, Lebah Busy,” kata buttercup. “Maukah kau membantuku untuk membawakan beberapa serbuk sari untuk buttercup yang lain?”

“Ya, baik,” kata Lebah Busy. “Tidak masalah,” katanya lagi, dan besertanya, Lebah Busy terbang mencari bunga buttercup lainnya.

“Halo, Buttercup,” kata Lebah Busy.

“Aku bukan buttercup!” kata bunga itu. “Aku adalah Primrose.”

“Tetapi kau memiliki lima mahkota bunga berwarna kuning,” kata Lebah Busy.

“Ya,” kata bunga primrose, “bunga- bunga primrose juga memiliki lima mahkota bunga, tetapi mahkota bunga kami berbeda bentuknya. Lihat, di sana bunga buttercup.”

“Oh, maafkan aku,” kata Lebah Busy, dan dengan membawa serbuk sari, Lebah Busy terbang menuju buttercup.

“Halo, Buttercup,” kata Lebah Busy, “aku membawakan beberapa serbuk sari untukmu. Maaf aku terlambat.”

“Jangan khawatir,” kata bunga buttercup. “Terima kasih sudah datang.”

Kemudian Lebah Busy menemui rumput.

“Halo rumput,” kata Lebah Busy. “Apakah kau memiliki bunga?”

“Iya, aku punya,” rumput menjawab, “tetapi mereka berwarna hijau dan cokelat, dan sangat kecil.”

“Seandainya bunga- bungamu lebih besar dan berwarna cerah, aku bisa melihatnya dengan lebih jelas dan mengunjungimu sesering mungkin untuk membawakan serbuk sarimu,” Lebah Busy mengusulkan.

“Tidak, terima kasih,” kata rumput. “Angin membawakan serbuk sari untukku.”

Kemudian Lebah Busy mengunjungi sekuntum dandelion. Bunga- bunga dandelion memiliki lebih dari sepuluh mahkota bunga berwarna kuning.

“Halo, Dandelion,” kata Lebah Busy. “Apa kabarmu hari ini?”

“Sangat baik,” bunga dandelion menjawab. “Aku memiliki banyak serbuk sari untukmu.”

“Terima kasih,” kata Lebah Busy, “Aku akan mengambil beberapa untuk dandelion lainnya,” dan dengannya, Lebah Busy terbang mencari bunga dandelion yang lain.

“Halo, Dandelion,” kata Lebah Busy. “Ada beberapa serbuk sari untukmu.”

“Terima kasih banyak,” kata dandelion. “Sekarang aku bisa membuat bayak biji. Lihat, dandelion itu sudah membuat biji. Biji- biji dandelion itu membentuk jam dandelion.

Lebah Busy pergi menuju jam dandelion, dan meniupnya sekencangnya.

Jam satu…

        Jam dua…

                 Jam tiga…

                          Jam empat…

Jam lima! Waktunya pulang dan minum teh.

Lain waktu saat kau berada di sebuah taman atau halaman, atau di kebun, lihatlah bunga apa saja yang bisa kau dapatkan.

Kau mungkin melihat bunga- bunga teman si Lebah Busy.

Bahkan kau mungkin melihat Lebah Busy itu sendiri, tetapi jangan mengganggunya: ingat, ia sangat sibuk!

Diterjemahkan dari Busy Bee’s Flower Friends | author: Nichola Hawkins

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s