Dany dan Katak bag.3

Dany mengambil sebuah batu, diletakkannya di ketapelnya, ditarik talinya ke belakang dan membidik ke arah burung itu. Batu dilemparkan ke udara, tetapi tidak mengenai burung itu. Dengan seketika ia mengambil batu lagi. Ditembakkannya ke udara, tetapi masih meleset. Ia tidak akan putus asa setelah mengingat kata- kata Kyle kepadanya:

“Teruslah berlatih dan suatu saat kau pasti mengenai sasaran.”

Ia mengambil lagi batu yang lain dan membidik burung yang terbang melingkar itu sekali lagi.

Akhirnya batu mengenai burung hitam di bagian perutnya. “Ya, aku berhasil,” kata Dany dengan bersemangat, tetapi kemenangannya tidak berlangsung lama. Si burung berteriak kesakitan dan menjatuhkan sang raja katak. Oh tidak, batin Dany ketika melihat si burung kabur dan raja katak jatuh dengan kecepatan tinggi ke tanah.

Semua katak terpaku diam menyaksikan sang raja jatuh. Dany bergerak dengan cepat sebisanya, melengkungkan tangannya untuk menangkap raja katak. Katak- katak lainnya pun bernapas lega setelah sang raja mendarat dengan aman di tangan Dany.

“Terima kasih banyak Dan, kau sudah menyelamatkan nyawaku,” kata sang raja katak.

“Dengan senang hati yang mulia,” kata Dany kemudian meletakkan sang raja dengan hati- hati di tanah.

Sang Raja melompat menemui katak Rich dan berkata,”Sekarang aku berkata baik- baik, kuingin kau melepaskan rakyatku,”

“Jawabannya masih tidak mau,” kata katak Rich dengan keras kepala.

Dany tidak bisa membiarkannya lagi. Ia berjalan menuju katak Rich dan mengankat kakinya dan berkata, “Jika kau tidak mau membebaskan mereka aku akan menginjakmu,”

“Kau tidak akan bisa!” kata katak Rich.

“Yang mulia, bolehkah aku melakukannya untuk mengakhiri hidupnya?” Dany meminta ijin kepada raja katak. “Ya, kau boleh melakukannya, Dan,” kata raja katak sambil melirikkan matanya kepada Dany.

Dengan perlahan- lahan Dany menurunkan kakinya ke arah katak Rich.

“Oke, oke, beri aku kesempatan hidup dan ambilah katak- katakmu,” kata katak Rich. “Sekarang pergi dan bawa juga manusiamu,” lanjutnya.

“Masih ada satu lagi. Kau tidak pantas memakai itu,” kata James lalu mengambil mahkota dari kepala katak Rich dan dikembalikan kepada sang raja. “Ah ya, itu lebih baik” kata raja katak yang meletakkan kembali mahkota ke kepalanya.

Katak- katak yang mengelilinginya meminta maaf karena sudah meninggalkannya dan berterima kasih sebab sang raja tidak melupakan mereka.

“Tidak perlu meminta maaf sekarang. Kita bisa melompat pulang ke rumah, bukan?” tanya raja katak.

“Yang mulia, apa yang kita lakukan kepada katak Rich?” Dany bertanya.

“Tidak perlu Dan, dia suda kalah dalam pertempuran. Itu hukuman yang sudah cukup,” jawab raja katak.

“Terserah anda, yang mulia,” kata Dany, tetapi ia kembali kepada katak Rich dan berkata, “Jika kau masih mendekati kerajaan mereka atau mencoba menyiksa mereka, aku dan kakiku akan menemukanmu, itu janjiku! Kau mengerti katak?”

“Ya, aku mengerti,” kata katak Rich yang menunduk kalah lalu melihat mereka pergi.

“Akhirnya semua kembali dengan baik,” kata Dany setelah sampai di The Ponds.

“Memang benar, tetapi kami tidak mau lagi tinggal di sini Dan, tidak ada yang berguna untuk kami jadi kami akan berusaha mencari tempat tinggal yang lain,” kata raja katak.

“Jangan terburu- buru untuk pergi yang mulia. Aku punya rencana,” kata Dany. Ia pamit kepada sang raja dan katak lainnya, dan memulai perjalanannya ke rumah di atas bukit.

Hari- hari berlalu di The Ponds dan tidak ada tanda- tanda kedatangan Dany. “Aku takut jika dia tidak kembali, yang mulia,” kata James.

“Kupikir kau benar, James. Kita akan bersiap- siap. Kita akan meninggalkan The Ponds satu atau dua hari lagi. Tolong kirimkan pesan kepada rakyat kita,” kata sang raja.

“Kuak, kuak, kuak,” mereka mendengar dari luar bebatuan.

“Ada tiga kali kuak; itu artinya para manusi datang,” kata James.

“Mungkin itu gerombolan orang piknik yang lain. Ayo James, kita harus saling waspada,” kata sang raja.

“Yang mulia, yang mulia!” salah satu katak berteriak melompat ke hadapan sang raja.

“Apa yang terjadi sampai kau sangat gugup?” raja bertanya kepada katak yang menghadapnya.

“Itu Dany, dia kembali bersama manusia yang lain,” jawab katak itu.

“Sekarang aku mau bertemu! Ayo James,” kata sang raja. 

“Halo Dany, kau telah kembali,” kata sang raja.

“Iya, yang mulia, mereka adalah teman- temanku. Mereka juga tinggal di desa yang dekat dari sini dan ketika aku menceritakan yang terjadi di The Ponds mereka dengan segera mereka bersedia membantu,” kata Dany.

“Ini waktunya kami bertanggung jawab atas apa yang sudah kami lakukan. Kami minta maaf; kami tidak tahu jika ini akan terjadi pada The Ponds. Kami datang kemari untuk membersihkan The Ponds,” kata Kyle mewakili teman- temannya yang menganggukkan kepala tanda setuju dan kemudian mulai bekerja.

Butuh beberapa waktu The Ponds mendapatkan kejayaannya lagi, namun setelah selesai, sang raja teringat oleh Dany ketika ia sedang menikmati kolamnya yang sudah bersih.

“Air sudah bersih; para katak sedang beristirahat di atas rerumputan bersama bunga- bunga. Aku tidak tahu bagaimana berterima kasih kepadamu, Dan,” kata raja katak.

“Tidak perlu seperti itu, yang mulia; ini dilakukan demi kebaikan bersama.”
***S E L E S A I***
(Diadaptasi dari cerita Dan and the Frog)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s