Dany dan Katak bag.2

Dany bersama teman- teman kataknya masih di The Ponds. Dan ia sudah mengerti.

“Baiklah, aku mengerti,” kata Dany.

“Senang betemu denganmu, Dany, tetapi James dan aku harus melompat jauh, kami akan menempuh perjalanan yang panjang ke sana,” kata raja katak.

“Ribbit,” James mengiyakan.

Dany diam sebentar, ia melihat mereka pergi sambil pikir- pikir dan akhirnya ia berteriak, “Tunggu, aku ikut!”

“Terima kasih, tetapi ini bukan permasalahanmu nak,” kata raja katak.

“Aku bisa membantu, yang mulia, aku bisa membawamu agar perjalananmu lebih cepat,” kata Dany.

“Ide yang bagus, yang mulia, kita bisa menyusul katak yang lain secepatnya dengan bantuan anak ini,” kata James.

“Tepat sekali, aku sangat berterima kasih untuk bantuanmu yang murah hati, Dany,” kata raja katak. Dany berlutut dan membuka kedua telapak tangannya, satu per satu naik ke telapak tangan, dan ia mulai melangkah ke arah yang ditunjukkan oleh James.

Setelah beberapa lama mereka menempuh jalan yang penuh dengan batu- batuan besar. “Kita sudah semakin dekat,” kata James.

“Tetapi hanya ada batu- batu besar di sini,” kata Dany.

“Mereka ada dibalik batu- batu besar itu,” kata James, menunjuk dengan jari kecil hijaunya yang berselaput.

“Dany, kau bisa menurunkan kami sekarang,” kata raja katak. “Kami akan maju sendiri dari sini, Dan. Tolong sembunyilah di balik batu- batu besar yang lain. Kami akan memanggilmu jika diperlukan,” kata sang raja. Kemudian kedua katak itu melompat jauh dari Dany.

Dibalik batu- batu besar itu para katak bekerja keras, membangun rumah baru katak Rich. “Lebih cepat! Kita tak punya banyak waktu! Jeraminya harus segera disambung sebelum matahari terbenam!” Katak Rich memberi perintah. Ia duduk di tempat yang ia sebut singgasana sambil berteriak- teriak memerintah.

“Semua katak terlihat sangat lelah. Mengapa kau tidak mengijinkan mereka istirahat sementara kita berbincang?” kata sang raja kepada katak Rich serta mendekatinya. “Mereka adalah rakyatku sekarang dan akan kusuruh mereka istirahat pada waktunya. Apa yang kau lakukan di sini,kau sudah memutuskan untuk bergabung denganku?” tanya katak Rich. “Sebenarnya aku datang untuk menjemput rakyatku; mereka akan pulang bersamaku!” perintah sang raja.

Para katak mulai bersorak gembira. “Perintah, perintah!” gerutu katak Rich. “Tidak ada yang pergi, kalian tidak akan pergi kemana pun! Apa kau lupa tentang apa yang terjadi di The Ponds?” lanjutnya. Senyuman tenggelam dari wajah para katak setelah mereka ingat.

“Ya, itu benar; The Ponds tidak seperti yang dahulu. Meskipun begitu, mereka akan merasa bebas bersamaku. Jadi katak Rich, biarkan rakyatku pergi!” kata raja katak. “Tidak, mereka milikku sekarang! Mereka tidak akan pergi!” kata katak Rich.

“Aku tidak akan memaksa lagi, katak Rich, biarkan katak- katakku pergi!” kata raja katak yang mulai marah.

“Ku bilang tidak! Aku akan membuatmu mengerti bahwa kau tidak seharusnya di sini,” kata katak Rich.

Ia bersiul kepada burung hitam yang terbang berkeliling di atasnya. Dengan segera burung itu menatap katak Rich. “Makan mereka, binatang kesayanganku,” perintah katak Rich. Burung itu segera berhenti berkeliling, lalu melihat tajam raj katak dan menukik ke hadapannya.

“Awas, yang mulia!” James berteriak berusaha melindungi rajanya, tetapi terlambat. Burung itu berhasil mendapatkan sang raja dahulu dan dengan kepakan sayapnya ia mengangkat sang raja semakin tinggi dan tinggi ke atas langit.

“Kau sudah lihat akibatnya jika tidak menurutiku? Kembali bekerja! Kau juga James; tidak ada tempat untuk pahlawan.” kata katak Rich.

Tiba- tiba bayangan hitam muncul. Bayangan hitam itu semakin meluas ke seluruh tempat di mana katak- katak berkumpul. “Dia manusia!” para katak berteriak.

“Siapa?” kata katak Rich yang terkejut bukan main. “Tetapi itu tidak mungkin, mereka tidak bisa sampai ke batu- batu besar,” lanjutnya. Dany berdiri di atas katak- katak seolah raksasa, mengambil ketapel dari sakunya.

“Lindungi diri kalian, dia bukan manusia yang baik; dia memiliki senjata!” para katak berteriak ketakutan. Mereka lari kalang- kabut melompat- lompat ke berbagai arah. “Tunggu semua, dia tidak akan melukai kita, dia ke sini untuk membantu kita!” James berteriak mencoba menenangkan rakyatnya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s