Dany dan Katak bag.1

The Ponds, tempat berdirinya kerajaan katak, telah terpapar polusi dari kelakuan manusia dan menjadi tidak layak huni. Salah satu harapan mereka para katak yaitu memiliki rumah yang lebih baik, terdapat banyak makanan dan air yang bersih. Mereka memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggal dan Raja yang lama untuk kehidupan yang layak atau mereka akan…

Ketika Dany, seorang anak laki- laki dari desa yang tidak jauh bertemu dengan Raja katak, katak yang lain kembali ke The Ponds yang sudah kotor. Ia memberi tahu Raja bahwa para katak membutuhkan bantuan agar terbebas dari perbudakan. 

Bersama- sama, Dany dan kedua katak itu berencana menyelamatkan kerajaan katak dari penguasa baru mereka.

The Ponds terletak di Green Valley. Sebuah kolam yang ditinggali oleh kerajaan kecil katak. Raja mereka adalah pemimpin yang baik dan bijaksana namun keprihatinan rakyatnya tumbuh setiap hari. Makanan mereka dan sumber daya lainnya semakin berkurang seiring banyaknya polusi yang menyebar di sekitar The Ponds. Ia mengutus katak terbaiknya untuk menemukan tempat tinggal baru bagi rakyatnya, tetapi mereka kembali tanpa menemukan tempat tinggal yang baru untuk kerajaan.

Secercah harapan datang setelah ia melihat katak terakhir yang kembali dari perjalanannya. Ia segera menemui sang Raja dan berkata bahwa ia sudah menemukan tempat tinggal baru untuk kerajaan katak. Rapat diadakan di pusat The Ponds.

“Aku adalah Katak Rich, rumah baruku penuh dengan makanan dan air bersih,” kata Katak Rich. “Kau tidak bisa hidup seperti ini: rumah kita kotor dan tidak ada makanan, ikuti aku dan kau akan mendapatkan hidup yang bebas ditambah penjagaan,” ia menambahkan lalu menunjuk seekor burung hitam di angkasa. “Itu teman baruku dan dia akan meyakinkan bahwa tidak ada bahaya yang akan mendatangi kita.”

Sang Raja tidak bisa berbuat apa- apa selain melihat teman- teman katak meninggalkannya satu per satu. “Maafkan aku yang mulia, tetapi dia berjanji kepada kita kehidupan yang lebih baik di luar kolam ini: kehidupan yang penuh kemakmuran dan kebersihan,” kata salah satu katak lalu melewati sang raja.

“Tidak perlu meminta maaf,” kata Katak Rich sebelum sang raja menjawab. “Kau tidak bisa melindungi rakyatmu dan maka dari itu kau harus turun tahta!” Ia mengambil mahkota dari sang raja dan kemudian diletakkannya di atas kepalanya.

“Rakyatku, ikuti aku, jangan membuang lebih banyak waktu di tempat sampah ini. Rumah baru kita sudah menunggu!” seru Katak Rich.

Di desa dekat The Ponds tinggalah seorang anak laki- laki bernama Dany. Ia sedang bermain bersama beberapa temannya dari desa, yang berusaha menembak sasaran menggunakan ketapelnya. “Tidak, jangan lagi!” katanya ketika batu itu tidak mengenai botol plastik lagi. Anak- anak yang lain menertawainya.

“Kau harus melepaskan ketapelnya agak jauh Dan, kau tidak akan pernah mengenai sasaran,” kata salah satu dari mereka.

Mereka mungkin benar, ia berpikir sambil berjalan menjauhi tertawaan yang berisik itu. “Dany! Tunggu!” ia mendengar salah satu anak yang lebih tua memanggilnya. “Ya, Kyle?” kata Dany.

“Dengar, kau jangan pedulikan mereka. Kau harus belajar menggunakan ketapel, kau harus tetap berusaha. Suatu saat kau akan mengenai sasaran,” kata Kyle.

“Terima kasih, tetapi mereka benar, aku tidak pernah bisa melakukannya,” katanya dengan putus asa.

Dany memutuskan untuk terus berjalan sampai keluar dari desanya sementara waktu. Hari yang panas dan ia perlu tempat berteduh. “Aku akan pergi ke The Ponds sebab tempat itu sempurna untuk menenangkan diri dan melupakan benda ini,” ia menyimpan ketapelnya ke dalam sakunya.

Dany berjalan di atas bukit dan mengagumi rimbunnya pohon- pohon hijau dan tanaman yang merambatinya seperti selimut. Ia langsung merasa tenang, tetapi ketika ia sampai ke The Ponds ia benar- benar terkejut.

Ada sampah di mana- mana dan sebelumnya kolam yang bersih sekarang berwarna cokelat tua. Apa yang terjadi pada The Ponds? Siapa yang melakukan ini, pikirnya? “Pasti hewan yang tinggal di sini, itu masuk akal,” ia berkata dengan keras.

“Kuminta menjauhlah,” Dany mendengar suara. Ia melihat sekitarnya, bingung. Tidak ada siapa- siapa di The Ponds kecuali dirinya. “Aku di bawah sini manusia,” ia mendengar suara lagi. Dany melihat ke bawah dan di air ia melihat wajah hijau bermata putih besar. Dany semakin bingung. “Kubantu kau ke sana,” kata sosok hijau yang muncul dari air keruh itu. Kemudian Dany mendengar suara kuak kuak…

“Seekor katak, katak yang berbicara!” katanya.

“Ya, itu betul; aku hanya seekor katak. Dahulu aku lebih dari itu, tetapi saat usia masih mampu,” kata si katak lalu melompat di batu besar.

“Apa maksudmu?” tanya Dany.

“Dahulu aku menjadi Raja para katak, tetapi rakyatku meninggalkanku demi makanan dan air bersih, namun aku tidak menyalahkan mereka,” jawab si katak yang menjelaskan kepada Dany apa yang terjadi. “Sekarang aku sendirian di kolam yang terpolusi ini, tetapi cukup tentangku. Siapa namamu Nak?” lanjut sang Raja katak.

“Aku Dany dan aku mengerti bahwa The Ponds sudah berubah,” kata Dan.

“Itu sudah jelas. Kekacauan yang sempurna dan bangsamu yang bertanggung jawab!” kata sang raja, dengan kesal.

“Apa maksudmu ‘bangsaku’?” tanya Dany.

“Para manusia, nak, mereka yang bertanggung jawab. Mereka datang ke The Ponds, tetapi ketika mereka pergi, sampah dan kotorannya ditinggalkan di sini. Kami tidak bisa membersihakan The Ponds sendiri dan sekarang sudah hampir tidak layak huni,” kata raja katak.

“Ribbit, Ribbit!” dengar mereka.

“Oh halo James, kau telah kembali,” kata sang raja kepada seekor katak yang mendekat. James tiba- tiba berhenti ketika ia melihat manusia.

“Jangan khawatit, mendekatlah, dia teman dan kita bisa mempercayainya,” kata raja katak. “James, anak muda ini bernama Dany dan Dany ini James. Dia adalah katak penasehatku dahulu,” kata raja katak.

“Aku masih sama, yang mulia,” ia berkata,sambil menatap Dany dengan curiga. “Aku pergi hanya untuk memata- matai katak Rich dan melihat di mana dia membawa rakyat kita,” lanjut James.

“Apa yang kau temukan?” tanya Dany.

“Katak Rich berkhianat, yang mulia,” kata James, mengabaikan Dany. “Dia membawa katak- katak untuk dijadikan budaknya. Mereka membangun kerajaan untuknya; hanya ada sedikit makanan dan air. Untuk sementara ini mereka masih bertahan, tetapi aku takut jika tidak bisa lama.

“Kita harus menyelamatkan mereka,” kata raja katak.

“Tunggu sebentar, katak. Mengapa kau mau membantu mereka?” Dany bertanya. “Mereka sudah meninggalkanmu demi keinginannya akan hidup yang lebih baik. Biarkan saja mereka menjadi budak karena mereka memilih perfi dengan katak Rich,” Dany melanjutkan.

“Sebetulnya, dia bukan katak! Dia adalah ‘yang mulia’,” kata James dengan marah.

“Maafkan aku, yang mulia, tetapi mengapa kau mau menyelamatkan mereka?” tanya Dany.

“Mereka adalah katak yang baik; karena tidak punya pilihan mereka pergi bersama katak Rich. Itu bukan salah mereka yang berkhianat, tetapi mereka butuh bantuan kita dan kita bantu mereka sebisanya, Dany. Sudah saatnya kita melihat kebaikan untuk kebaikan bersama,” jawab sang raja katak…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s